Robot Pematung


Pematung realis kini memperoleh tantangan. Eksklusivitas pematung realis sekarang dapat kembali diwacanakan. Teori 'bakat /talenta / anugerah/ given' untuk menggambarkan keahlian yang dimiliki oleh pematung realis yang telah lama bertahan, kini mulai bias.

Robot pematung / Sculpting robot / Sculptor 3D CNC Router adalah penyebabnya.
Saat ini Kemajuan teknologi hampir mendekati kemampuan manusia. Pengaruhnya telah masuk ke semua bidang kehidupan manusia. Dampak teknologi juga datang ke dunia seni. Kombinasi keterampilan menggambar, teknologi robot, dan perangkat lunak komputer telah menghadirkan robot pematung yang dapat menggantikan peran manusia (seniman?) dalam menciptakan ornamen dan bentuk figuratif yang telah menjadi domain seniman dengan bakat khusus.

Bentuk-bentuk tatahan dan pahatan realis sekarang dapat dilakukan oleh mesin dalam hitungan jam. Bahkan, patung potret dapat dirampungkan dalam waktu relatif cepat, bandingkan dengan kerja manual seniman patung sekarang, paling tidak hitungan minggu atau bulan. Listrik menggantikan mood seniman. Serangkaian perintah yang diketik pada keyboard dapat menggantikan kerja keras pematung realis. Pisau baja dan laser yang bergerak secara otomatis, menciptakan bentuk yang telah dirancang pada komputer.

Beberapa tahun lalu robot pematung 3D CNC Router ini masih berupa prototipe, tetapi segera robot pemahat ini akan memulai revolusi dalam seni, terutama dalam produksi patung dan produk turunannya. Seperti yang terjadi pada penemuan teknologi lainnya, alat ‘artis berteknologi tinggi’ ini akan diproduksi secara besar-besaran.

Penggunaan artis mesin ini akan dibuat mudah untuk dioperasikan dan harganya bisa terjangkau pasar dengan mudah. Lalu, tidak ada lagi suara khas ketika pahat baja bersentuhan dengan kayu. Tidak ada lagi artis berambut panjang yang berkutat dengan tanah liat atau bermain plastisin.
Lalu di mana dan bagaimana posisi pematung realis di masa depan? Seniman adalah orang yang diberi 'hadiah istimewa' sehingga memiliki kepekaan tinggi terhadap hal-hal di sekitarnya dan mampu mengubah perasaannya menjadi sesuatu yang indah, bermakna dan harmonis. Artinya seorang seniman adalah pencipta.

Seperti di bidang penciptaan lainnya, penciptaan seni - apakah itu basis proyek komersial atau karya-karya idealis selalu memiliki dua tahap utama untuk dilalui; tingkat gagasan dan proses visualisasi.
Pada tingkat gagasan, kepekaan intelektual atau 'perasaan' seniman memainkan peran untuk membentuk gagasan yang sangat eksklusif. Gagasan yang menjadi konsep dasar penciptaan tidak bisa digantikan dengan apa pun. Suatu hal yang sangat subyektif. Akhirnya, mewujudkan gagasan seni adalah tugas utama seorang seniman. Tanpa visualisasi tidak ada yang namanya seniman. Pada tahap ini, feeling, keterampilan dan skill seni berperan. Seniman independen akan melakukannya sendiri, tentu saja dengan alat yang disebut bakat, pengetahuan, teknologi, dan keterampilan dan skill yang tak tergantikan.

Dalam beberapa kasus, seorang seniman memberikan pelaksanaan visualisasi sebagian atau seluruh karyanya, yang biasa disebut sebagai diproyekkan, kepada pekerja seni / artisan di bawah pengawasannya. Dalam hal ini, seniman tetap menjadi aktor utama, sekaligus sutradara.
Kedua tahapan yang disebut di atas - gagasan dan visualisasinya masih diperankan oleh seniman sebagai manusia.

Sehubungan dengan robot pematung, barangkali benang merah dapat ditarik untuk menjelaskan fenomena ini. Robot pematung dapat digunakan dalam fase visualisasi ide-ide seniman. Biarkan robot yang membuat karya patung dalam bentuk global kasar. Seniman masih bertanggung jawab memberikan sentuhan akhir, sehingga karya seni menjadi 'hidup' dan dapat menyampaikan konsep yang melandasi penciptaannya.

Untuk menanggapi kemunculan pematung hasil kreasi teknologi ini, apakah pada akhirnya akan menjadi ancaman atau alat yang bermanfaat, yang akan memudahkan tugas proses penciptaan bagi seorang seniman? Seniman sendiri yang harus mengambil tindakan dan mengukurnya. Teknologi baru tidak akan berhenti diciptakan. Karya para seniman juga akan selalu dibuat. Seniman harus membiasakan mereka dengan teknologi atau malah menjauh dan dihancurkan oleh kemajuan teknologi itu sendiri.

Sekarang, saatnya bagi para seniman patung untuk menjadikan momen kedatangan robot pematung ini sebagai titik awal untuk menciptakan karya yang bermanfaat bagi kepentingan manusia lain melalui penggunaan teknologi. Sudah bukan rahasia banyak seniman masih tergagap dengan kemajuan teknologi. Sudah waktunya bagi seniman untuk menjadi seniman berkemampuan teknologi.

Belum ada Komentar untuk "Robot Pematung"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel