Patung Lebah Madu Perunggu

patung lebah madu
patung maskot lebah madu perunggu

Patung lebah madu yang kita sampaikan disini dibuat secara realis dan berfungsi sebagai maskot. Berbeda dengan persepsi mengenai patung maskot yang selalunya dikaitkan dengan patung kartun. 

Maskot atau mascot adalah obyek yang dianggap mewakili   suatu kelompok dengan identitas publik yang sama, seperti sekolah, tim olahraga profesional, masyarakat, unit militer, atau nama merek,  bisa juga untuk menunjukkan ciri khas daerah.   Maskot  bisa berujud orang, hewan, atau objek yang dianggap membawa keberuntungan, juga khas.  Di jepang setiap daerah memiliki maskot.  Maskot bisa berujud obyek seperti apa adanya, atau bisa berujud tokoh fiksi yang digambarkan dengan gaya kartun.

Binatang Kangguru pasti akan membawa benak setiap orang ke Australia, Panda ke Tiongkok dll. Disini bisa disebut Kangguru adalah maskot Australia, Panda adalah maskot Tiongkok.
Penggambarannya bisa dalam bentuk Kangguru dan Panda seperti apa adanya ataupun digambarkan secara kartun dalam budaya populer. Dari sini saya bisa menarik kesimpulan  bahwa membuat patung maskot tidak harus membuat patung kartun.

Sumbawa terutama bagian barat adalah daerah penghasil madu yang terkenal. Madu Sumbawa adalah salah satu madu terbaik. Potensi inilah yang ingin diangkat oleh pemerintah daerah setempat dan ditampilkan ke publik melalui pembangunan patung tugu lebah madu. Identitas dan potensi daerah perlu dikenalkan ke publik. Maka dipilihlah Taman Tiangnam di pusat keramaian Taliwang sebagai pilihan lokasi. Karena diletakkan di luar ruangan / outdoor, harus dipilih material yang kuat dan tahan lama. Bahan yang cocok, dan budget mencukupi akhirnya dipilih material perunggu. Jadilah patung lebah perunggu yang dimaksudkan sebagai maskot masyarakat daerah penghasil madu. Kira-kira seperti itu yang mendasari dibuatnya tugu patung tawon ini. Mudah-mudahan bener ya :)

Ukuran patung  maskot lebah berkisar antara 2 meter sampai 2,5 meter (berapa ukuran tepatnya saya lupa, dokumen tidak ditemukan, hilang saat kami berpindah workshop).  Disesuaikan lebar bagian atas tugu yg berfungsi sebagai pedestal patung. Waktu pembuatannya sekitar 3 bulan di tempat pembuatan patung kami di Jogja.

Proses pembuatan standar saja,  seperti pembuatan patung yang lain. Ukurannya bisa dikatakan biasa, tidak terlalu besar atau terlalu kecil, desain juga biasa seperti bentuk lebah pada umumnya.  Posisi pemasangan juga tidak terlalu tinggi, cukup menggunakan crane biasa.  Penggunaan  bahan perunggu barangkali yang  membuat patung ini memiliki nilai lebih mengingat biaya pembuatan perunggu relatif mahal.

Proses pembuatan diawali dengan membuat model patung lebah dari styrofoam dan tanah liat. Untuk pembuatan patung besar, biasanya diawali dengan mock up miniatur skalatis yang gunanya untuk mengetahui hasil akhir patung, juga menjadi patokan ketika membuat patung besarnya dengan membuat skala perbesarannya. Namun untuk kasus patung tawon yang ini, miniatur tidak diperlukan karena secara ukuran masih mudah dibuat, pun apabila terjadi perubahan bentuk masih bisa dilakukan secara mudah.

Seperti biasa, tahap setelah modelling adalah pembuatan cetakan negatif, dilanjutkan cetak  positif menggunakan bahan fiberglass resin.  Jadilah patung lebah fiber. Sampai disini patung hanya kita revisi dan haluskan. Patung tawon fiber tidak kita cat karena akan digunakan untuk membuat cetakan pengecoran logam,  dalam hal ini menggunakan bahan perunggu. Mengenai cara membuat patung perunggu akan saya buatkan tulisan tersendiri.

Proses pengecoran perunggu patung lebah untuk Sumbawa ini berlangsung sekitar 1 bulan di bengkel pengecoran logam yang sudah lama menjadi filial studio patung kami.  Setelah melalui proses pengelasan dan finishing,  patung lebah perunggu kami kirimkan ke Sumbawa menggunakan truk antar pulau, melalui jalan darat, melewati  3 pelabuhan penyeberangan; Gilimanuk, Lembar dan Kayangan.  Sampailah patung di Sumbawa Barat.

Patung lebah madu perunggu berukuran 2 meter lebih memiliki bobot lebih dari 200 kg.  Meski lumayan berat, proses pemasangan pada pedestal cukup mudah,  cukup diangkat menggunakan crane yang sudah dipersiapkan oleh pemesan. Letakkan pada posisi yang pas, kunci di dudukan pedestal maka proses pembuatan patung maskot lebah madu perunggu selesai.

Jadilah kini Tugu Lebah berdiri di Taman Tiangnam, Taliwang Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Belum ada Komentar untuk "Patung Lebah Madu Perunggu"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel